Laporan UAS Keamanan Sistem Infromasi
Panduan Instalasi dan Konfigurasi Proyek Web (XAMPP)
Sebelum memulai, penting untuk memahami bahwa XAMPP berfungsi sebagai server lokal (localhost) yang memungkinkan komputer Anda menjalankan aplikasi berbasis web tanpa harus terhubung ke internet. Panduan ini akan memandu Anda untuk menyiapkan lingkungan pengembangan, mengonfigurasi basis data, serta mengamankan file proyek agar siap digunakan dan terlindungi dari manipulasi pihak yang tidak bertanggung jawab.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menjalankan proyek web Anda di lingkungan lokal menggunakan XAMPP:
1. Menyiapkan Server Lokal
Buka aplikasi XAMPP Control Panel, lalu klik Start pada modul Apache dan MySQL hingga keduanya berwarna hijau.
2. Memindahkan Folder Proyek
Salin folder proyek Anda (misalnya folder jasa) dan pindahkan ke dalam direktori C:\xampp\htdocs.
3. Membuat Database di phpMyAdmin
Buka browser Anda dan akses http://localhost/phpmyadmin. Buat database baru (contoh: Nama_Anda), kemudian pilih database tersebut dan lakukan Import untuk memasukkan file database (biasanya berekstensi .sql) yang ada di dalam folder proyek Anda tadi.
4. Mengonfigurasi Data User
Setelah database terimpor, buka tabel user. Ubah data username, password, dan nama sesuai keinginan Anda. Pastikan pada kolom fungsi password, Anda memilih format MD5 agar sistem dapat membaca enkripsi tersebut dengan benar.
5. Mengatur Koneksi Database
Buka file koneksi.php yang terletak di dalam folder jasa menggunakan text editor (seperti VS Code atau Notepad++). Sesuaikan pengaturan berikut:
Password: Kosongkan (jika Anda tidak menggunakan password root).
Database: Ubah menjadi nama database yang telah Anda buat sebelumnya (contoh: fikri).
6. Personalisasi Halaman Utama
Buka file index.php pada folder jasa. Cari baris yang menampilkan nama, lalu ubah teks tersebut menjadi nama Anda agar tampilan website lebih personal.
7. Menjalankan Website
Buka tab baru pada browser Anda, lalu ketikkan alamat berikut:
http://localhost/jasa
8. Login ke Sistem
Terakhir, masukkan username dan password yang telah Anda atur di tahap sebelumnya untuk masuk ke dashboard website Anda.
9. Keamanan File dengan Atribut Read-Only
Setelah sistem berjalan dengan baik, Anda dapat mengunci file agar tidak mudah diubah oleh orang lain. Anda bisa melakukan ini secara satuan untuk file tertentu atau sekaligus untuk seluruh isi folder. Seperti yang terlihat pada image_e9bee5.png, Anda dapat menggunakan perintah attrib.exe +r [nama_file] di dalam PowerShell untuk memberikan atribut Read-Only pada file spesifik agar tidak dapat dimanipulasi.
Bagian 2: Praktikum Manajemen Partisi di Windows Server 2003 (VirtualBox)
Pentingnya Melakukan Partisi:
Melakukan partisi pada server sangat penting untuk manajemen data yang terorganisir (memisahkan data sistem dengan data aplikasi/user), meningkatkan efisiensi sistem file, serta memudahkan backup data. Jika terjadi crash pada sistem operasi, data yang berada di partisi terpisah akan lebih aman dan lebih mudah dipulihkan.
Langkah-langkah Penambahan dan Pembuatan Partisi:
1. Menambahkan Hard Disk Baru:
- Matikan Virtual Machine (Windows 2003).
- Masuk ke Settings > Storage.
- Klik ikon Add Hard Disk (tanda plus) dan buat virtual disk baru dengan ukuran kapasitas (GB) sesuai kebutuhan Anda.
2. Inisialisasi Disk:
- Nyalakan kembali Windows 2003.
- Klik kanan pada My Computer > Manage.
- Pilih Disk Management pada panel sebelah kiri.
3. Membuat Partisi Baru:
- Klik kanan pada unallocated disk yang baru saja Anda tambahkan, lalu pilih New Partition. Wizard akan muncul, klik Next.
- Pilih Primary Partition (atau Extended sesuai kebutuhan), lalu klik Next.
- Tentukan ukuran (Size) partisi yang diinginkan (default-nya adalah kapasitas maksimal disk).
- Tetapkan drive letter (misalnya E: atau F:), lalu pilih format sistem file (disarankan NTFS).


















